Friday, April 20, 2018

Ergonomi Internal Perpustakaan dan Antropometrik

Ergonomi Internal Perpustakaan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ergonomi diartikan sebagai "ilmu tentang hubungan di antara manusia, mesin yang digunakan, dan lingkungan kerjanya". Konsep ergonomi ini merupakan hal utama yang perlu diperhatikan dalam sebuah perusahaan atau institusi yang melayani publik. Terutama berkenaan dengan fasilitas, baik fasilitas untuk karyawan perusahaan maupun fasilitas untuk kebutuhan konsumen.

Perpustakaan merupakan salah satu institusi yang melayani publik. Oleh sebab itu, perpustakaan harus bisa menciptakan desain perpustakaan yang ergonomis. Hal ini bertujuan untuk membuat perpustakaan terasa lebih nyaman, meningkatkan kualitas dan efesiensi pelayanan, dan yang terpenting untuk menjadikan perpustakaan lebih mudah digunakan dan ramah pengguna (Jose and Anand, 2014).

Untuk menciptakan lingkungan internal perpustakaan yang ergonomis, Yulianti (2013) merekomendasikan empat elemen yang perlu diperhatikan diantaranya pencahayaan, tingkat kebisingan, temperatur ruangan, dan tingkat kelembaban. Pencahayaan berkenaan dengan banyaknya flux cahaya yang menyebar dalam sebuah ruangan, untuk perpustakaan pencahayaannya adalah 300 lx. Kemudian, kebisingan terkait dengan bunyi suara di perpustakaan, Nilai Ambang Batas yang ditetapkan ialah 70 dB(A). Agar kenyamanan pemustaka tetap terjaga, ruangan perpustakan perlu dibedakan antara ruangan untuk diskusi dan individual. Ruangan individual ini ditujukan untuk pemustaka yang membutuhkan konsentrasi tinggi, sehingga mengurangi gangguan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Selanjutnya untuk temperatur ruangan berkisar antara 18oC – 28oC, dan tingkat kelembaban antara 40-60%.

Wednesday, April 11, 2018

Menciptakan WOW Factor Pada Perpustakaan Daerah

Sumber foto: Klik disini
Perpustakaan harus memiliki sesuatu yang berbeda dengan perpustakaan yang lainnya. Hal tersebut bisa digambarkan melalui koleksi, desain gedung, ataupun penataan ruang perpustakaan. Inilah maksud dari kata “WOW factor” dalam artikel ini. Dalam menciptakan WOW factor, sebuah perpustakaan tidak bisa mencontoh perpustakaan lain, meskipun perpustakaan yang akan dicontoh tersebut sudah berkelas dunia sekalipun. Akan tetapi pihak perpustakaan harus bisa melihat dengan cermat apa yang bisa ditonjolkan dari lingkungan dimana perpustakaan itu berada. 

Di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Riau atau yang lebih dikenal dengan sebutan Perpustakaan Soeman HS, memiliki sebuah ruangan yang cukup menarik ketika mendengar nama ruangan tersebut, terutama bagi masyarakat melayu. Rungan itu dinamakan “Bilik Melayu”, bilik dalam hal ini berarti kamar. Didalam ruangan ini tersimpan berbagai macam koleksi yang berbau kemelayuan, khususnya tentang masyarakat melayu Riau. Mulai dari buku-buku sejarah melayu, para tokoh dan pemuka adat, buku sastra melayu, sampai dengan buku-buku makanan khas (tradisional) melayu Riau.

Thursday, April 5, 2018

Learning Space


Sumber foto: Klik disini
Pada saat ini, pembagian ruangan dalam perpustakaan sudah menjadi tren untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna, dengan berbagai modifikasi dan atribut yang disediakan. Ruangan perpustakaan tidak lagi diperhitungkan sebagai tempat untuk memajang koleksi, karena kebutuhan pengguna terhadap koleksi cetak semakin tertutupi dengan hadirnya beragam koleksi dalam bentuk digital. Kita percaya bahwa perkembangan teknologi telah merubah kultur dan kebiasaan dalam kehidupan masyarakat. 

Sebagai contoh, bisa dilihat perubahan yang terjadi dikalangan pelajar/mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa datang ke perpustakaan adalah untuk mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. Akan tetapi belum bisa dikatakan bahwa mereka datang karena kebutuhannya terhadap koleksi cetak yang tersedia diperpustakaan. Fakta yang terlihat, kebanyakan dari mereka hanya mengutak-atik keyboard dan fokus menatap layar kaca yang ada depannya.

Friday, March 23, 2018

Langkah Menuju World Class Library

Sumber Foto: Klik disini
Sebagai respon terhadap globalisasi, memunculkan banyak pemikiran dan konsep baru tentang masa depan perpustakaan. Konsep tersebut terus berkembang berdasarkan kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi, dan berbagai macam istilah pun di-viral-kan untuk memperkenalkan konsep tersebut. Misalnya, digital library, library without walls, electronic library, online library, virtual library, etc (Watstein, 1999). Begitu juga dengan istilah world class library, sebuah konsep perpustakaan yang sudah mulai diterapkan di negara-negara maju. 

Gambaran sederhana tentang world class library ini ialah pengguna bisa meminjam dan mengembalikan koleksi di perpustakaan manapun. Dengan kata lain, pengguna bisa meminjam koleksi di perpustakaan A, dan bisa mengembalikan koleksi tersebut di perpustakaan B, C, atau D. Selain itu, perpustakaan juga harus menyediakan ruangan untuk keperluan yang beragam dari pengguna, seperti ruangan untuk orang dewasa, ruangan anak, ruangan untuk peneliti yang dilengkapi dengan komputer, juga ruangan untuk ibu & balita, dan banyak lagi standar yang harus dipenuhi oleh sebuah perpustakaan untuk bisa dikatakan sebagai world class library.

Saturday, March 10, 2018

Learning Commons dalam Perpustakaan Sekolah

Sumber foto: Klik disini
Salah satu tanggung jawab yang diberikan kepada lembaga perpustakaan ialah turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, perpustakaan diharapkan bisa memfasilitasi masyarakat sebagai tempat belajar sepangjang hayat. Namun di era digital seperti sekarang, ketika masyarakat bisa menggali informasi dan pengetahuan secara online, sangat berdampak terhadap menurunnya ketertarikan masyarakat untuk mengunjungi dan memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat belajar. 

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yang dianggap telah merubah kebiasaan orang-orang dalam mencari informasi terutama pada net generation. Ketika perpustakaan tetap mempertahankan pelayanan secara klasik, tidak tertutup kemungkinan perpustakaan tersebut akan diabaikan oleh penggunanya.

Monday, March 5, 2018

Automasi Perpustakaan

Sumber foto: Klik disini
Automasi perpustakaan mulai muncul sejak perkembangan perpustakaan memasuki generasi ke dua, yaitu user centric. Pada generasi ini fokus utamanya ialah pengguna perpustakaan, dengan meningkatkan efektivitas dan efesiensi layanan yang diberikan. Munculnya automasi perpustakaan didasarkan oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, dan juga dalam rangka menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yang mana pada pasal 14 ayat 3 dinyatakan “Setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi”. 

Dikutip dari situs http://epgp.inflibnet.ac.in/, automasi perpustakaan adalah istilah umun dalam tren teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan teknik yang digunakan untuk mengganti sistem manual dalam perpustakaan. Pada perpustakaan Jaman Old semua layanan dilakukan secara manual, seperti; pengolahan bahan pustaka, pembuatan katalog, sirkulasi, dan sebagainya. Tentunya hal ini menyebabkan semua bentuk pelayanan diperpustakaan berjalan lambat. Namun, seiring dengan perkembangan TIK dan diciptakannya berbagai bentuk software untuk automasi perpustakaan, membuat layanan secara manual berangsur terhapuskan. Menurut Arif (2003) cakupan dalam automasi perpustakaan meliputi, pengadaan koleksi, katalogisasi, inventarisasi, Sirkulasi, reserve, inter-library loan, Pengelolaan penerbitan berkala, Penyediaan katalog (OPAC), Pengelolaan keanggotaan. 

Monday, February 26, 2018

Pembaruan dalam Dunia Perpustakaan


Defenisi perpustakaan menurut Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.
Menyimak defenisi tersebut, salah satu tujuan dari perpustakaan ialah sebagai tempat rekreasi bagi pemustaka. Diakses melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, arti dari kata rekreasi tersebut ialah penyegaran kembali badan dan pikiran; sesuatu yang menggembirakan hati dan menyegarkan, seperti hiburan dan piknik. Sehingga dapat diutarakan bahwa perpustakaan tidak hanya berkaitan dengan buku-buku ataupun koleksi lainnya, akan tetapi juga harus menciptakaan tempat maupun ruangan yang bisa dimanfaatkan pemustaka untuk berkreasi, bertukar pikiran, ataupun hanya untuk sekedar melepas lelah dan menyegarkan pikiran kembali. 

Sunday, November 12, 2017

Eko Noprianto: Catatan tanpa Arah

Sumber foto: Klik disini
noprianto_e: Secara naluriah setiap orang lebih cenderung tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu, terlagi ketika mengalami berbagai kesulitan. Sehingga pada akhirnya, jika hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, hanya berujung pada suatu keadaan yaitu keputus-asaan.

Hidup adalah proses, bagaimana kita tumbuh dalam proses itu untuk menjadi pribadi yang lebih matang dari pada masa lalu. Maka jadikan lah masa lalu itu sebagai pondasi, sebagai acuan, sebagai evaluasi, untuk membangun dan menata tujuan hidup yang lebih baik. Jangan mudah menyerah ketika mengalami kesulitan, karena kesuksesan tidak akan sempurna tanpa sebuah kegagalan, karena keberhasilan tidak akan terasa manisnya, tanpa terlebih dahulu kita menjadi bahan tertawaan orang-orang.

Anak muda itu pantang menyerah, jadilah motivator untuk diri sendiri. Pelajari cara menghadapi keadaan terburuk yang akan atau sedang terjadi pada hidup mu. Bagaimana menyikapi keadaan dimana orang-orang akan melontarkan banyak pujian. Kehidupan seperti dua sisi telapak tangan, antara bagian luar dan bagian dalam – antara gelap dan terang, namun menjalaninya tak semudah memutar-balikkan dua sisi tersebut – saat bersantai dikursi goyang, yang ditemani secangkir kopi. Ketahuilah apa yang tidak kamu ketahui, kemudian ketahuilah apa yang sudah kamu ketahui.

Tuesday, November 7, 2017

On Verifying the Accuracy of Information: Philosophical Perspectives

Rangkuman

Sumber foto: Klik disini
Memverifikasi keakuratan atau kebenaran sebuah informasi merupakan langkah penting yang harus diambil sebelum menggunakan informasi tersebut. Baik itu informasi yang ada didalam buku, koran, majalah, dan yang sangat di tekan ialah memeriksa kebenaran informasi yang tersimpan dalam sebuah situs web. Hal ini penting, sebab jika seseorang tidak bisa membedakan informasi yang benar dan tidak benar, akan menimbulkan kerugian dan bisa menyesatkan orang-orang yang menggunakan informasi tersebut. Di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), hampir setiap orang bisa mempublikasikan tulisan-tulisannya melalui situs web (web gratisan maupun berbayar). Dan dampaknya yang terlihat dari permasalahan ini ialah orang-orang akan kesulitan dalam menentukan bahwa informasi itu adalah benar atau salah, karena informasi yang tersedia sangat lah banyak dan berlimpah.

Berawal dari pandangan tersebut, maka permasalahan ini seharusnya menjadi tanggung jawab bagi lembaga atau mereka yang bertindak sebagai penyedia informasi terpercaya, seperti perpustakaan dan pengelola perpustakaan itu sendiri. Dengan menerbitkan buku panduan untuk mengevaluasi informasi, yang memberikan daftar dan ciri-ciri dari sebuah situs web yang terpercaya, terkait dengan penulis web, penulis yang memiliki otoritas mengenai topik yang dibahas, web yang tidak mengandung iklan, tidak ada ejaan yang salah, situs web yang up to date, dan melihat referensi yang dikutip.

Monday, October 16, 2017

Perpustakaan dalam Menyediakan Informasi

Sumber Foto : Klik disini
Menyediakan informasi merupakan salah satu bentuk pelayanan diperpustakaan yang harus selalu dikembangkan, sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan penggunanya. Kebutuhan terhadap informasi tidak hanya untuk menambah ilmu pengetahuan, akan tetapi informasi juga berfungsi untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Seorang petani mungkin saja akan membutuhkan informasi tentang keadaan alam, kapan akan terjadinya musim kemarau dan kapan waktu datangnya musim penghujan. Begitu juga dengan seorang pedagang yang selalu mempelajari keadaan pasar, mencari informasi mengenai perubahan harga barang, atau juga informasi yang berkaitan dengan strategi untuk memajukan usaha dagangannya.

Penjelasan diatas memberikan gambaran kegunaan informasi bagi masyarakat. Bisa juga diperhatikan, berdasarkan informasi manusia terbagi ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda. Ada banyak kelompok pengguna informasi dengan kriterianya masing-masing yang harus dilayani perpustakaan. Namun pada kenyataannya perpustakaan belum bisa dikatakan sukses dalam melayani kebutuhan informasi masyarakatnya. Mengutip uraian dalam bab penjelasan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yang berbunyi sebagai berikut :

Friday, October 6, 2017

Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan

Sumber Foto : Klik disini
Pengetahuan

Pengetahuan berawal dari sifat ingin tahu dari setiap individu terhadap suatu keadaan. Dimana sifat ingin tahu tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan, pendidikan, relasi, dan sebagainya. Sebagai contoh, ketika anda berada di satu daerah yang baru saja ditempati, maka secara otomatis sifat ingin tahu tersebut akan muncul pada diri anda, dengan melakukan pencarian berbagai macam informasi. Misalnya mengenai aturan adat istiadat didaerah setempat, tata cara bergaul dengan semua tingkatan umur, dan banyak lagi hal lainnya. Ketika sudah mendapatkan informasi mengenai hal tersebut, maka itu adalah pengetahuan bagi diri anda. Penjelasan ini sejalan dengan apa yang dikemukan oleh Priyanto bahwa pengetahuan adalah “what you know to be true about anything”. Dapat juga ditarik kesimpulan bahwa pengetahuan tidak diperoleh begitu saja, melainkan ada proses yang harus dilewati, pengalaman dalam kehidupan, sehingga pengetahuan tersebut bisa diterapkan untuk melakukan sebuah tindakan.

Berkaca kepada kemajuan teknologi informasi yang telah menyuguhkan begitu banyak sumber untuk mendapatkan pengetahuan, setiap individu perlu memiliki filter untuk mendapatkan informasi yang berkualitas. Salah satu produk dari teknologi informasi yang berupa internet, memiliki pengerauh yang sangat besar terhadap perkembangan pengetahuan, bahkan para pencinta ilmu pengetahuan akan merasa sangat nyaman berselancar didunia internet, dibandingkan mencari informasi dengan mendatangi atau mengunjungi perpustakaan.

Saturday, September 16, 2017

Tingkat Keusangan Literatur

Dalam tulisan kali ini kita akan membahas mengenai tingkat keusangan sebuah literatur, agar pembahasan tidak melebar penulis ingin membatasi tulisan ini dalam ruang lingkup perpustakaan saja. Mengapa demikian, karena tingkat keusangan literatur sangat perlu diperhatikan dalam dunia perpustakaan, dengan alasan untuk efesiensi fungsi dari perpustakaan yaitu menyediakan informasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna.

Keusangan literatur adalah kajian bibliometrika tentang penggunaan dokumen (literature) yang berkaitan dengan umur literatur tersebut, Mustafa (2010: 2). Melalui kajian ini akan diketahui koleksi – koleksi lama yang sudah jarang dimanfaatkan oleh pengguna, dan begitu juga sebaliknya. Nah, Dengan memperhatikan tingkat keusangan literatur, akan menjadi sebuah acuan bagi perpustakaan untuk melakukan kegiatan yang dikenal dengan istilah penyiangan koleksi. Disamping itu, kemutakhiran dan kerelevanan informasi yang tersimpan di perpustakaan juga akan tetap terjaga.

Friday, September 8, 2017

Literasi Informasi

Sumber Foto : Klik disini
Informasi sebagai hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Kebutuhan akan informasi adalah langkah awal untuk meningkatkan pengetehuan dan merubah pola pikir seseorang, dalam hidup bermasyarakat, berorganisasi, dan untuk mengatur kehidupan setiap individu agar menjadi lebih baik. Informasi didefenisikan sebagai suatu pengetahuan yang berguna untuk mengambil keputusan, (Eko Nugroho, 2017).
Mengingat begitu pentingnya informasi, maka sudah menjadi keharusan bagi setiap individu memiliki keterampilan dalam mencari, menyimpan dan memanfaatkan informasi. Keterampilan ini sangat penting dimiliki dalam lingkungan kontemporer yang begitu cepat terjadi perubahan, ditambah dengan perkembangan teknologi sebagai media penyebaran informasi.
Keterampilan tersebut kita kenal dengan istilah literasi informasi, atau bisa diartikan melek informasi. Secara umum kita sering mendengar istilah ini dalam dunia perpustakaan, yang dinterpretasikan kepada kemampuan dalam mengakses dan memanfaatkan informasi diperpustakaan. American Library Association mendefenisikan literasi informasi sebagai :

Sunday, August 27, 2017

Peran Pustakawan Dalam Membantu Masyarakat Menghadapi Ledakan Informasi

Sumber foto : Klik disini
Informasi sudah menjadi kebutuhan setiap elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa. Beberapa ungkapan mengenai informasi pun bermunculan dari para pakar keilmuan. Salah satunya menurut McFadden dalam Banowasari mengatakan bahwa Informasi merupakan data yang telah diproses sedemikan rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.

Maka perlu digaris bawahi, jika informasi tidak terkelola dengan baik, tidak tertutup kemungkinan hal ini akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi panggunanya. Sebagaimana diketahui bahwa penyebaran informasi pada saat sekarang ini, hanya dalam hitungan detik saja sudah bisa menyebar ke setiap penjuru. Salah satu penyebabnya ialah menjamurnya media penyebaran informasi seperti media cetak maupun media elektronik (internet), yang menjadi latar belakang terjadinya sesuatu keadaan yang dikenal dengan istilah ledakan informasi. Dan sebagai kelanjutan dari fenomena tersebut ialah munculnya beragam informasi dari sumber yang beragam pula, yang pada akhirnya akan menyebabkan pengguna informasi kebingungan dalam mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam keadaan seperti ini sangat dibutuhkan kehati-hatian untuk memilih informasi, harus ada filter sehingga bisa memperoleh informasi dari sumber-sumber terpercaya.

Tuesday, August 25, 2015

Kabut Asap : Sahabat Baru Bagi Masyarakat

Firman Allah dalam Q.S. Ar-Ruum – 41 :


Artinya : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Beberapa tahun terakhir, fenomena kabut asap di Kota Pekanbaru dan sekitarnya bukanlah hal yang baru lagi. Ditambah dengan musim kemarau yang berkepanjangan, sampai dengan akhir bulan Agustus 2015 ini belum ada tanda-tanda akan datangnya musim penghujan. Kota pekanbaru bak Kota yang berada diatas awan, kabut asap bagaikan sahabat baru yang memberi warna dalam kehidupan masyarakat, khususnya di Kota ini yang kita kenal dengan Kota Bertuah. Berbagai macam dampaknya sudah dirasakan oleh masyarakat, salah satunya gangguan pernapasan misalnya, yang banyak menjadi keluhan orang-orang yang tak berdosa ini (masyarakat). Kemana mereka harus mengadu dan siapa yang harus mereka salahkan ?

Monday, July 20, 2015

Buka Bersama Alumni SMK Negeri 1 Benai Angkatan 2011

           
Ket : Bubar th 2014
 Alhamdulillah, setiap tahunnya kita mengadakan acara buka bersama, tentunya acara ini menjadi moment bagi kita untuk menjalin kembali tali silaturahmi sesama alumni. Pada Ramadhan tahun ini, acara digelar pada hari Kamis, 15 Juli 2015 (28 Ramadhan 1436 H) di Indi Kuliner, Teluk Kuantan. Walaupun acara ini diselenggarakan tepat diakhir-akhir bulan puasa, namun acara ini tetap tampak menyenangkan, selalu ada canda dan tawa yang mengiringi santapan kami pada saat berbuka.

Friday, April 24, 2015

Cara Mensetting E-mail Server

Sekedar berbagi mengenai cara mensetting email untuk mengirimkan email peringatan/tagihan pada peminjam yang terlambat mengembalikan buku. Kita melakukan setting emailnya di "sysconfig.inc.php". Kira-kira pengaturannya seperti gambar berikut :

Sunday, April 6, 2014

Sabar dan Shalat Obat Hadapi Masalah

SATU ciri utama dunia yang tidak akan pernah hilang ialah masalah. Siapapun yang namanya masih hidup di bumi ini pasti akan menghadapi masalah, karena masalah ada di mana-mana, mulai dari kolong jembatan sampai istana kekuasaan. Dari anak-anak hingga kakek-nenek, semua berhadapan dengan masalah. Prinsipnya setiap jiwa memiliki masalah. Allah Ta’ala sebagai Pencipta Alam Semesta sudah mengetahui dan karena itu juga telah mempersiapkan metode terbaik dalam menghadapi setiap masalah, yakni dengan sabar dan shalat.

Friday, April 4, 2014

Ujian Kehidupan

Oleh : Muhbib Abdul Wahab

Ibnu Mas’ud meriwayatkan, “Aku datang menemui Nabi SAW yang sedang demam hebat saat itu. Aku berkata, “Ya Rasulullah, engkau terkena demam luar biasa keras?” Beliau menjawab, “Ya, demamku setara dengan demam dua orang.” 

Aku bertanya, “Apakah karena engkau mendapatkan dua pahala?” Beliau menjawab, “Benar, karena itu. Dan, tidaklah seorang muslim terkena hal yang menyakitkan – duri atau yang lain – kecuali Allah ampuni kesalahan-kesalahannya. Dosa-dosanya dihapus seperti pohon yang merontokkan daun-daunnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Thursday, April 3, 2014

Ilmu, Petukangan, dan Standar Kompetensi

oleh: Putu Pendit
Rekan-rekan,

Izinkan saya berargumentasi memperjelas posisi-posisi pandangan saya tentang Kepustakawanan Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan profesionalisme, agar tak menimbulkan debat kusir. Walau sudah sering saya utarakan, tetap ada risiko posisi-posisi itu disalah mengerti, sehingga adalah tugas saya untuk terus menjelaskan; dengan risiko baru : Anda semua menjadi bosan. Silakan berhenti membaca di kalimat ini, jika itu yang terjadi.

Selanjutnya, bagi yang tetap ingin membaca, silakan.